Cloud
Computing
#cloudcomputing
#virtualisasi
#4IA19
Pada kali ini, saya akan membahas mengenai Cloud
Computing. Tetapi sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Cloud Computing,
ada baiknya kita mengetahui dari akarnya terlebih dahulu, mulai dari sejarah
Cloud Computing, Pengertian Cloud Computing, Penerapan Cloud Computing hingga
kelebihan dan kekurangan penerapan Cloud Computing.
Sejarah Cloud
Computing
Sejarah cloud computing dimulai pada tahun1960-an,
John McCarth seorang pakar komputer dari MIT meramalkan bahwa suatu hari nanti
komputerisasi akan menjadi infrastruktur publik layaknya seperti berlangganan
listrik atau telepon. Kemudian pada akhir tahun 1990-an, lahir konsep ASP
(Application Service Provider) yang ditandai munculnya perusahaan pengolah data
center. Selanjutnya pada tahun1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, melahirkan
wacana “Network Computing” pasca penetrasi Microsoft Windows 95 yang
merajai pasar software dunia pada saat itu. Ide itu menyebutkan bahwa PC tidak
perlu dibenamkan software yang membuat berat kinerja dan cukup diganti sebuah
terminal utama berupa server. Pada awal tahun 2000-an, Marc Beniof, eks Vice
President Oracle melansir aplikasi CRM berbentuk “software as a service”
bernama Salesforce.com sebagai penanda
lahirnya cloud computing. Tahun 2005, situs online shopping Amazon.com
meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), diikuti Google dengan Google
App Engine, dan IBM yang melansir Blue Cloud Initiative.
Pengertian Cloud
Computing
Cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan
pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Suatu metoda
komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai
suatu layanan sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet tanpa
mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali
terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Suatu konsep umum yang
mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas,
dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan
kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi
bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan
perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
Kelebihan Cloud Computing
(1) Keuntungan bagi para pelaku
bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis
bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya,
(2) Bagi application developer, layanan
PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga
meningkatkan produktivitas,
(3) Bagi para praktisi yang
bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri
jasa pengembangan teknologi informasi,
(4) Bagi pebisnis di bidang
infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya
penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet,
(5) Integrasi aplikasi dengan
berbagai perangkat
Kekurangan Cloud Computing
(1) service level, artinya
kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider.
Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan
data recovery,
(2) privacy, yang berarti
adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan
secara bersama-sama,
(3) compliance, yang mengacu
pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap
regulasi yang diterapkan oleh user,
(4) data ownership mengacu
pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
(5) data mobility, yang
mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan
cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses
terminasi terhadap layanan cloud Computing.
VIRTUALISASI
CLOUD COMPUTING
Virtualisasi adalah teknik yang memungkinkan untuk berbagi contoh fisik
tunggal dari aplikasi atau sumber daya di antara beberapa organisasi atau
penyewa (pelanggan). Ia melakukannya dengan menetapkan nama logis untuk sumber
daya fisik dan menyediakan pointer ke sumber daya fisik pada permintaan.
virtualisasi Concept
Menciptakan mesin virtual atas sistem operasi yang ada
dan hardware disebut sebagai Hardware Virtualization. Mesin Virtual menyediakan
lingkungan yang logis dipisahkan dari hardware.
Mesin yang mesin virtual dibuat dikenal sebagai mesin
host dan mesin virtual disebut sebagai mesin tamu. Mesin virtual ini dikelola
oleh perangkat lunak atau firmware, yang dikenal sebagai hypervisor.
hypervisor
Hypervisor adalah program firmware atau tingkat rendah
yang bertindak sebagai Virtual Machine Manager. Ada dua jenis hypervisor:
Tipe 1 hypervisor mengeksekusi pada sistem telanjang.
LynxSecure, RTS Hypervisor, Oracle VM, Sun xVM Server, VirtualLogic VLX adalah
contoh dari Tipe 1 hypervisor. Diagram berikut menunjukkan tipe 1
hypervisor.
The type1 hypervisor tidak memiliki sistem operasi host karena mereka
diinstal pada sistem telanjang.
Tipe 2 hypervisor adalah antarmuka software yang
mengemulasi perangkat dengan yang sistem biasanya berinteraksi. Kontainer, KVM,
Microsoft Hyper V, VMWare Fusion, Virtual Server 2005 R2, Windows Virtual PC
dan VMWare workstation 6,0 adalah contoh dari tipe 2 hypervisor. Diagram
berikut menunjukkan tipe 2 hypervisor. The type1 hypervisor tidak
memiliki sistem operasi host karena mereka diinstal pada sistem telanjang.
Tipe 2 hypervisor adalah antarmuka software yang
mengemulasi perangkat dengan yang sistem biasanya berinteraksi. Kontainer, KVM,
Microsoft Hyper V, VMWare Fusion, Virtual Server 2005 R2, Windows Virtual PC
dan VMWare workstation 6,0 adalah contoh dari tipe 2 hypervisor. Diagram
berikut menunjukkan tipe 2 hypervisor.
Jenis Hardware Virtualisasi
Berikut adalah tiga jenis virtualisasi hardware:
Virtualisasi penuh
Emulation Virtualisasi
paravirtualization
Virtualisasi penuh
Dalam virtualisasi penuh, hardware benar-benar disimulasikan. perangkat lunak tamu
tidak memerlukan modifikasi untuk menjalankan.
Emulation Virtualisasi
Dalam Emulation, mesin virtual mensimulasikan hardware dan karenanya menjadi
independen itu. Dalam hal ini, sistem operasi tamu tidak memerlukan modifikasi.
Paravirtualization
Dalam Paravirtualization, hardware tidak disimulasikan. Perangkat lunak tamu
menjalankan domain terisolasi mereka sendiri.
VMware vSphere sangat berkembang infrastruktur yang menawarkan kerangka
infrastruktur manajemen untuk virtualisasi. Virtualizes sistem, penyimpanan dan
perangkat keras jaringan.
Referensi :
https://www.scribd.com/document/17028937/Cloud-Computing
https://www.infokomputer.com/2015/12/fitur/mengenal-cloud-computing-kelebihan-kekurangan/
https://ariefhikam.wordpress.com/2017/04/13/virtualisasi-cloud-computing/