Kamis, 07 Juli 2016

tokoh inspiratif

                                    TOKOH INSPIRATIF DALAM HIDUP

            Sebelum bercerita lebih jauh, alangkah baiknya saya menjelaskan siapa saya. Saya adalah mahasiswa di salahsatu perguruan swasta di Bekasi. Tujuan saya menulis kali ini adalah untuk memenuhi salahsatu tugas kuliah yaitu Softskill. Saya mempunyai tokoh isnpiratif dalam hidup saya, ia bernama Herdyan yang tidak lain merupakan kaka kandung saya sendiri. Dahulu di jaman beliau masih bersekolah di salah satu smk di Jakarta, beliau pernah mengalami pencemaran nama baik. Beliau di tuduh mencuri barang temannya yang merupakan tetangga kost – kostan beliau sendiri. Hingga berita tersebut menjadi heboh di kalangan teman – teman sekolahnya, beliau tetap santai seperti tidak terjadi apa – apa walaupun teman – teman sekolahnya menatap sinis kepadanya.
            Sampai pada akhirnya, ketika beliau sedang berada di kost – kostannya yang terletak tidak jauh dari sekolah tempat ia belajar, kakak – kakak kelas beliau menghampiri kost – kostannya tersebut untuk ikut menghkimi beliau. Tetapi dengan segenap kepercayaan diriyang beliau punya, beliau mencoba menjelaskan secara baik – baik dan terperinci mengenai detail permasalahannya, sampai akhirnya salah satu kakak kelasnya memanggil teman yang menuduh beliau mencuri. Disana terjadi perdebatan hebat antara kakak saya sendiri, kakak – kakak kelasnya dan teman kaka saya. Hingga pada akhirnya, salah satu kakak kelas beliau menghampiri tempat tinggal(kost – kostan) teman kakak saya yang menuduh kakak saya tersebut. Dan menemukan barang yang di anggap telah dicuri oleh kakak saya berada di tempat kost –kostannya tersebut. Lantas semua kakak kelas saya balik menuduh teman kakak saya ini sebagai pemfitnah.
            Dan ternyata semua kasus ini berawal dari kesalah pahaman antara temn kakak saya dan juga kakak saya. Dan semua menjadi beres setelah kakak – kakak kelas kakak saya meminta teman kakak saya itu untuk berbicara di hari upacara untuk menjelaskan tentang kesalah pahaman ini.

Dari cerita diatas, dapat kita ambil pelajaran tentang pandangan hidup seseorang bahwa tidak selamanya kejahatan harus dibalas dengan kejahatan juga, karena Tuhan pasti adil dengan menunjukan mana yang benar dan mana yang salah.

manusia dan pandangan hidup

                                    MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Sebelum kita menggali lebih dalam mengenai manusia dan pandangan hidup, lebih baik kita memahami apa itu pandangan hidup. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidupp di dunia.yang perlu kita ketahui pandangan hidup ada 3 macam, yaitu :
Pandangan hidup yang berasal dari keyakinan dan kepercayaan
Pandangan ini kebenarannya mutlak karena berasal dari kekuasaan Tuhan. Ada 3 aliran filsafat, yaitu :

1.                  Aliran Naturalisme               : berhubungan dengan kekuatan gaib sebagai kekuatan yang tertinggi.
2.                  Aliran Intelektualisme          : berasal dari hati nurani yang masuk akal/logika.
3.                  Aliran Gabungan                  :  dasar aliran ini adalah kekuatan gaib yang berasal dari tuhan sebagai dasar keyakinan sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menetukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. 
Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.


manusia dan keadilan

                                                MANUSIA & KEADILAN

Sebelum kita menggali lebih dalam mengenai hubungan antara manusia dengan keadilan, alangkah baiknya kita mengetahui definisi dari keadilan terlebih dahulu. Keadilan adalah suatu hal yang harus kita tetapkan dan tidak boleh dilanggar, berperilaku adil memang tidak mudah, namun kita harus tetap menjalankan hakikat keadilan yang sebenarnya. Di dalam keadilan itu sendiri, ada yang dimaksud dengan keadilan sosial, keadilan sosial adalah keadaan dimana seluruh rakyatnya diperlakukan sama baik yang berduit maupun yang tidak. Bila dilihat dari sisi Negara, pengertian keadilan sosial adalah keadaan di mana kekayaan dan sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing. Menurut aristoteles, keadilan sosial mempunyai beberapa jenis. Berikut jenis – jenisnya :
1.                  Keadilan Komunikatif          : perlakuan terhadap seseorang tanpa melihat jasa – jasa seseorang tersebut. Contohnya adalah seorang anggota pemerintahan yang dihukum akibat perbuatannya sendiri tanpa melihat jasa – jasa yang sudah ia berikan.
2.                  Keadilan Distributif              : perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa- jasa yang sudah ia berikan. Contohnya adalah seorang tukang becak yang dibayar sesuai dengan jasanya.
3.                  Keadilan Kodrat Alam         : perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan hokum rimba. Contohnya adalah membalas budi kebaikan seseorang.
4.                  Keadilan Konvensional        : perlakuan terhadap seseorang setelah ia melakuakan keadilan sesuai undang – undang. Contohnya adalah warga Indonesia wajib mematuhi peraturan yang berlaku.
5.                  Keadilan Perbaikan              : keadilan yang diberikan setelah seseorang mencemarkan nama baik oranglain.
Secara umum keadilan mempunyai beberapa jenis, berikut penjelasannya :
1.                  Keadilan komunikatif           : keadilan yang diberikan kepada seseorang sesuai dengan bagian haknya. Contohnya adalah seorang teman yang membeli sebuah barang temannya sendiri sesuai dengan harga yang disepakati tanpa dilebih – lebihkan.
2.                  Keadilan distributif               : keadilan yang diberikan terhadap seseorang sesuai dengan jasa yang sudah ia berikan. Contohnya adalah karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun maka bonus yang ia terima akan lebih besar daripada karyawan yang baru bekeja 3 tahun.
3.                  Keadilan legal                        : keadilan yang diberikan untuk masyarakat yang di lindungi oleh UU. Contohnya adalah semua pengendara wajib menaati rambu – rambu lalu lintas
4.                  Keadilan vindikatif               : keadilan yang mewajibkan tersangka harus membayar denda atau memberikan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang ia buat. Contohnya adalah bila pengendara mobil menabrak pengendara sepeda motor, maka ia wajib mengganti rugi sepedah motor yang ditabraknya dan menanggung biaya pengobatan pengendara sepeda motor tersebut.
5.                  Keadilan kreatif                    : keadilan yang memberikan masing –masing orang berdasarkan bagiannya yang berupa kebebasan untuk menciptakan kreativias yang dimilikiya pada berbagai bidang kehidupan. Contohnya adalah penyair yang diberi kebebasan untuk menulis.
6.                  Keadilan protektif                 : keadilan dengan memberikan penjagaan atau perlinungan kepada pribadi – pribadi dari kecurangan orang lain. Contohnya adalah pihak berwajib baik polisi maupun tentara wajib melindungi masyarakatnya.

manusia dan penderitaan

MANUSIA & PENDERITAAN
          

  Sebelum kita menggali lebih dalam mengenai hubungan antara manusia dengan penderitaan, sebaiknya kita mengetahui dahulu apakah arti dari penderitaan itu sendiri. Penderitaan berasal dari kata derita yang berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Setiap manusia pasti merasakan yang namanya penderitaan, tidak ada manusia yang hidupnya tidak mengalami penderitaan. Meskipun penderitaan yang manusia alami pastilah berbeda – beda tingkatannya. Ada yang mengalami penderitaan kategori biasa saja, menengah, hingga kategori berat. Contoh dari penderitaan adalah : orang – orang yang bertahan hidup di tengah – tengah perang, atau korban bencana alam. Mereka dikatakan mengalami penderitaan karena mereka kehilangan harta benda, sanak saudara, serta barang – barang penting lainnya. Penderitaan dapat kita bagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
1.      Penderitaan yang diakibatkan oleh perbuatan buruk manusia lain:
Dalam hal ini, hubungan antar sesame manusialah yang menjadi penyebab adanya penderitaan. Contoh penderitaannya adalah :
Tenaga kerja Indonesia yang disiksa oleh majikannya sendiri. Perilaku buruk majikannya tersebut menyebabkan penderitaan bagi tenaga kerja Indonesia tersebut.

2.      Penderitaan yang dialami manusia karena lingkungan :
Dalam hal ini, manusia sebenarnya tidak menyadari telah merusak lingkungannya, manusia baru menyadarinya setelah mengalami bencana. Contohnya :
Manusia menyadari bahwa membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah dikali merupakan tindakan yang kurang terpuji karena dapat merusak lingkungan, tetapi manusia tetap saja membuang sampah di kali, sampai suatu saat bencana banjir menghampiri orang tersebut, barulah orang tersebut menyadari perbuatannya setelah merasakan penderitaan selama terkena bencana banjir.

3.      Penderitaan yang dialami dari azab/siksaan Tuhan YME :
Dalam hal ini, manusia tidak akan bisa menghindar/menolak penderitaan ini dikarenakan cobaan/penderitaan ini langsung diberikan oleh Tuhan YME. Contohnya :

Seseorang yang terlahir tanpa mempunyai fisik yang lengkap sehingga untuk melakukan aktivitas sehari – hari mengalami kendala.